Home » , , » Do'a Agar Masuk Surga 40 Tahun Lebih Dulu

Do'a Agar Masuk Surga 40 Tahun Lebih Dulu

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat-nikmat-Nya. Dan tak satupun nikmat kecuali itu berasal dari-Nya.

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasululillah yang pernah mengatakan, “Kalau aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, maka aku tidak suka masih ada di rumahku lebih dari tiga hari, kecuali yang aku siapkan untuk membayar hutang”, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.

Dengan menjadi kaya kita bisa berperan lebih untuk dien ini. Dengannya kita bisa mendapat limpahan pahala yang tak bisa diraih oleh orang-orang fakir dan miskin.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengadukan kemiskinannya. Mereka berkata, “Orang-orang kaya pergi dengan membawa kedudukan yang tinggi dan kenikmatan abadi. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka memiliki kelebihan harta sehingga bisa melaksanakan haji, umrah, berjihad, dan bershadaqah.”

Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian bisa menyusul orang yang telah mendahului kalian dan jauh meninggalkan orang yang datang sesudah kalian. Tak seorangpun yang lebih mulia dari kalian kecuali yang ia melakukan seperti yang kalian lakukan?”

Mereka menjawab, “Mau, wahai Rasulallah.” Beliau bersabda, “Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir tiga puluh tiga kali setiap selesai shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan, “Kaum Fuqara’ Muhajirin datang kembali kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka berkata, ‘Saudara-saudara kami yang kaya mendengar apa yang telah kami kerjakan, lalu mereka juga melakukan amalan serupa?’.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca firman Allah,

ذَلِكَ فَضْلُ الله يُؤتِيهِ مَنْ يَشَاءُ

Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Maidah: 54)

Namun di sisi lain, banyak ayat yang menyebutkan tentang bahaya dunia. Banyak orang yang tergelincir karenanya. Oleh sebab itu Allah sering sekali mengingatkan agar jangan sampai terpedaya dengannya.

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (QS. Luqman: 33)

Imam al-Bukhari dalam Shahihnya membuat bab “Al-Muktsiruun Hum al-Muqilluun” (Orang-orang yang banyak harta adalah mereka yang akan miskin pahala pada hari kiamat). Lalu beliau menyebutkan firman Allah Ta’ala,

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?” (QS. Huud: 15-16)

Lalu disebutkan sebuah hadits dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu,

إِنَّ الْمُكْثِرِينَ هُمْ الْمُقِلُّونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا مَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ خَيْرًا فَنَفَحَ فِيهِ يَمِينَهُ وَشِمَالَهُ وَبَيْنَ يَدَيْهِ وَوَرَاءَهُ وَعَمِلَ فِيهِ خَيْرًا

Sesungguhnya orang yang banyak harta adalah yang miskin pahala pada hari kiamat kecuali orang yang Allah berikan kebaikan (harta) lalu ia membagikannya ke kanan, kiri, ke arah depan dan belakangnya, serta berbuat yang baik dengannya.” (HR. Bukhari dan Musim) hanya saja orang seperti ini jumlahnya sedikit.

Dan dalam riwayat Tirmidzi, disebutkan tentang keutamaan menjadi orang miskin yang memiliki kedudukan tinggi dan mulia di sisi Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan bahwa mereka akan masuk surga empat puluh tahun lebih dahulu sebelum orang-orang kaya mereka. (HR. al-Tirmidzi dari Anas bin Malik)

Sehingga disebutkan dalam riwayat yang sama bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa agar dijadikan miskin dan dikumpulkan bersama orang-orang miskin,

اَللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Ya Allah, hidupkan aku sebagai orang miskin, dan matikan aku juga sebagai orang miskin, serta kumpulkan aku pada hari kiamat bersama-sama orang-orang miskin.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas no. 2352 dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri no. 4126)

Namun, hadits tersebut banyak dilemahkan oleh para ulama. Di antaranya Imam al-Tirmidzi, Ibnul Jauzi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnu Katsir, dan al-Hafidz Ibnul Hajar.

Imam Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah (6/56) mengatakan, “Adapun hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Abi Sa’id al-Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Ya Allah wafatkan aku sebagai orang miskin . . .” itu adalah hadits dhaif. Tidak sah ditinjau dari sisi isnadnya, karena di dalamnya terdapat Yazid bin Sinan Abu Farwah al-Rahawi dan dia adalah dhaif sekali, wallahu a’lam.”

Aku (Ibnu Katsir) katakan, “Dalam isnadnya ada kelemahan dan dalam matannya ada keanehan, wallahu a’lam.” (Al-Bidayah: 6/57)

Al-Hafidz Ibnul Hajar rahimahullaah dalam al-Talkhis (3/109) setelah menyebutkan hadits tersebut mengomentari bahwa isnad yang diriwayatkan al-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id adalah lemah.

Ibnu Taimiyah rahimahullaah pernah ditanya mengenai hadits ini, lalu beliau menjelaskan bahwa hadits tersebut memang diriwayatkan, tapi dia dhaif tidak kuat. Maknanya: hidupkan aku dengan khusyu dan tawadhu, tapi lafadznya juga tidak kuat. (Lihat Majmu’ Fatawa: 18/357)

Dalam jawaban lain, “Hadits ini telah diriwayatkan al-Tirmidzi. Abu al-Faraj Ibnu al-Jauzi telah menyebutkannya dalam al-Maudhu’aat . . .” (Majmu’ Fatawa: 18/326)

Masih ada beberapa ulama lain yang mendhaifkannya seperti Imam Nawawi dalam al-Majmu’ (6/196), al-Dzahabi dalam Mizanul I’tidal (4/427 , Ibnu Rajab al-Hambali, al-Bushiri dalam Misbah al-Zujajah (4/218), Ibnu Mulqin dalam al-Badrul Munir (7/367), dan Imam al-Sakhawi dalam Al-Maqashid al-Hasanah, hal. 154.

Dan kalaupun dikatakan shahih, maka maksud dengan miskin dalam hadits tersebut adalah tawadhu’ dan rendah hati, bukan sedikit harta. Karena terkadang ada orang sedikit harta tapi dia sombong dan angkuh, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits shahih,

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

Ada tiga golongan yang pada hari kiamat Allah tidak akan mengajak bicara, tidak menyucikan dan tidak mau melihat mereka, serta bagi mereka adzab yang pedih. Yaitu orang tua yang berbuat zina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR.Muslim dan Nasai)

Orang yang berdoa dengan doa di atas seolah-olah meminta kepada Allah agar tidak dijadikan sebagai bagian dari orang-orang kejam lagi sombong dan tidak dihimpun bersama mereka pada hari kiamat. Dan kata miskin berasal dari maskanah yang diambil dari kata sukun. Dikatakan, “Tasakkana Al-Rajul Idha Laana” (seseorang menjadi sakanah apabila dia lemah lembut, tawadhu’, khusyu, dan rendah hati. (Lihat: Mukhtalaf al-Hadits, hal. 167)

Namun, kalau kita komparasikan dengan bagian akhir dari hadits tersebut maka makna-makna yang memalingkan dari miskin dan fakir akan tertolak. Yakni pertanyaan Aisyah radhiyallahu 'anha kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang sebab beliau berdoa seperti itu. Beliau menjawab,

إِنَّهُمْ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ قَبْلَ أَغْنِيَائِهِمْ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا يَا عَائِشَةُ لَا تَرُدِّي الْمِسْكِينَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ يَا عَائِشَةُ أَحِبِّي الْمَسَاكِينَ وَقَرِّبِيهِمْ فَإِنَّ اللَّهَ يُقَرِّبُكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya mereka akan masuk surga empat puluh tahun lebih dahulu sebelum orang-orang kaya mereka. Wahai Aisyah, jangan engkau tolak (permintaan) orang miskin walau hanya dengan setengah biji kurma. Wahai Aisyah, cintailah orang-orang msikin dan dekatilah (muliakan) mereka, Maka dengan itu Allah akan mendekatkanmu kepada-Nya.” (HR. al-Tirmidzi dari Anas bin Malik)

Dari sini, sangat jelas bahwa maksud miskin dalam doa di atas adalah miskin harta, berdasarkan ujung dari hadits tersebut. Hanya saja isnadnya dhaif, sehingga tidak sah untuk dijadikan landasan argument, baik dengan dibawa kepada makna pertama ataupun yang kedua. (Lihat pernyataan Ibnul Hajar dalam Ikhtiyar al-Ula fi Syarh Hadits Ikhtisham al-Mala’ al-A’la, hal. 20)

Kesimpulan

Bahwa tidak dibenarkan berdoa kepada Allah supaya dijadikan sebagai orang miskin hingga meninggal dunia. Karena akibat kemiskinan banyak amal utama dalam Islam yang tidak bisa dikerjakan, seperti haji, umrah, shadaqah, membangun masjid, membebaskan budak, berjihad dengan harta, dan semisalnya. Banyak juga orang yang menggagalkan studinya hanya karena tak ada biaya.

Disebutkan dalam Shahihain, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjenguk sa’ad bin Abi Waqqash, maka dia mengadu kepada beliau bahwa dia punya banyak harta dan hanya memiliki seorang ahli waris, yaitu putrinya semata wayang. Lalu dia ingin bershadaqah dengan 2/3 hartanya, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak membolehkannya. Lalu ia ingin menguranginya menjadi 1/2 hartanya, namun beliau tetap tidak mengizinkannya. Dan terakhir ia ingin bershadaqah dengan 1/3 hartanya, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Dan sepertiga itu sudah banyak.” Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya engkau meninggalkan keturunanmu dalam kondisi kaya itu lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka dalam kondisi miskin, menengadahkan tangan kepada manusia."

Hanya saja kalau kaya jangan sampai tertipu dengan hartanya sehingga berbangga diri dan sombong, lupa akhirat dan pelit berinfak. Maka kalau begitu, kaya adalah buruk baginya. Namun, kalau dengan kaya ia meningkat ibadahnya, banyak amal kebaikannya, suka membantu sesama, gemar bershadaqah dan berinfak, maka kaya akan menjadikannya semakin mulia. Namun, orang seperti ini tidak banyak. Hanya mereka yang telah menjihadi (menundukkan) nafsunya yang akan bisa melakukannya. Wallahu Ta’ala a’lam. (voa-islam.com)

Oleh: Badrul Tamam

http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-doa/38182-doa-agar-masuk-surga-40-tahun-lebih-dulu.html

Artikel Terkait

Comments :

3 komentar to “Do'a Agar Masuk Surga 40 Tahun Lebih Dulu”
Farisah Amanda mengatakan...
on 

Gabung dgn kami yuk di http://komunitasperencanakeuangansyariah.blogspot.com/

Admin mengatakan...
on 

Rame banget Blognya, Kayak Pasar Tradisionall.....
mantabb....!!!

Hamba Allah mengatakan...
on 

iya gan, kayak pasar krempyeng, sayang anak sayang anak, he he

 
Disclaimer : Semua informasi yang terdapat pada situs ini adalah untuk tujuan informasi saja, dan disajikan berdasarkan statistik dan pengalaman pribadi. Untuk web Bisnis Online, Semua peraturan baik sistem maupun lainnya selalu mengacu pada kebijakan dan ketentuan dari website resmi masing-masing perusahaan. Apabila Anda berminat maka setiap keputusan yang telah Anda buat semuanya kembali kepada Anda sendiri. Kami tidak menyarankan Anda mendanai lebih dari kemampuan. www.zaenalfanani.com
Jasa Mendekompilasi Berkas ex4 di Dunia Trading

Jasa, Mendekompilasi ,Berkas ex4
GRATIS Download Software, Game, Script, Template, MP3, Video, eBook dan lain-lain. Dan Raih Peluang Usahanya
-
Ingin Cari Jodoh? Temukan Belahan Jiwa Anda Disini
Mau Back Link Gratis ? Disini Klik!
-
Jasa Mendekompilasi Berkas ex4

  • Indahnya Berbagi
  • CD CPNS
  • Hemat BBM
  • Uang WordPress
  • Classifiedsforfree
  • GOOGLE ADDURL
  • ADSENSE SIGN UP
  • GOOGLE PING
  • Submitexpress
  • Pingoat
  • GOOGLE KEYWORD
  • digg
  • del.icio
  • stumbleupon
  • 1. Digital Media Advertising adalah sebuah sistem periklanan berbasiskan Network Marketing.
    2. Apabila menjadi member Anda berpeluang mendapatkan penghasilan Bersih hingga Rp. 8.790.000,00 / ID / tahun.
    3. Pembayaran menggunakan Bank Lokal di Indonesia.
    4. Tugas : Posting 4 iklan /hari di media sosial seperti FB, twitter, dll
    5. Bagaimana cara Daftar, Strategi memaksimalkan penghasilan Anda ?
    Tempat Promosi Iklan DMA di Facebook
    Fb 1 | Fb 2 | Fb 3 | Fb 4 | Fb 5 | Fb 6 | Fb 7 | Fb 8 | Fb 9
    Fb 10 | Fb 11 | Fb 12 | Fb 13 | Fb 14 | Fb 15
    smsnusa, smsnusa.co.id, reward 30%, komunitas sosial keuangan
    HARI INI MEMBANTU MAKA :
    15 hari lagi MENDAPAT BANTUAN + REWARD 15% = 115%
    30 Hari lagi MENDAPAT BANTUAN + REWARD 30 % = 130%
    Bergabung Bersama TEAM smsnusa.co.id dan Dapatkan Web Support Gratis untuk promosi
    smsnusa.com, smsnusa.co.id, websupport gratis , komunitas finansial

    Charger Accu TV Laptop Kamera Digital Mini


    Mau Cara Langsing Dengan Herbal Alami ? Singlangsing Gold, cara cepat aman dan sehat menurunkan berat badan Anda. Info selengkapnya

    Daftar Sekarang | Beli saham e-money Founderpay | ROI 160% dalam 2 bulan | ROI dibayarkan harian dan bisa Wd harian minimal $5 | Konsepnya mengadopsi sistem MMM, Megawin
    founderPay, e-money, ROI Harian
    Viralgen Alassakti
    Rebahkan tubuh Anda di atas Alas Sakti dan Rasakan Kesaktiannya dalam 10 menit atau kurang

    Clixsense.com
    Per kliknya Anda dibayar dengan dollar

    OTOMATISASI BISNIS ONLINE
    Temukan Cara Paling Cepat dan Mudah Untuk Memulai Bisnis Online Dalam 45 Menit... dan Profit Hari Ini Juga! Temukan di asetvirtual

    Slapia Jam Tangan Modis
    Jam tangan slapia adalah jam tangan modis model baru warna warni yang sangat booming dan digemari di Eropa dan USA. Yang membuat jam ini begitu disukai adalah karena cara pakainya yang unik dan menyenangkan.

    Supexteam
    Peluang bisnis tanpa iuran bulanan Investasi hanya sekali seumur hidup Dibayar Harian

    Uangdownload
    Rahasia Menghasilkan Uang dari Hobby Download