Prediksi Harga Bitcoin Akan Terus Naik

harga bitcoin,bitcoin
Harga Bitcoin yang secara umum terus naik itu hanyalah satu dari beberapa alasan mengapa Anda harus berinvestasi di “Mata Uang Masa Depan”. Berikut adalah lima alasan mengapa harga Bitcoin akan terus naik di masa depan, dan akan menarik semakin banyak investor baru untuk terjun ke dalam dunia mata uang digital.
1. Harga dan nilai Bitcoin memang didesain untuk bertambah seiring berjalannya waktu
Dengan volume transaksi Bitcoin yang semakin bertambah tiap harinya, jumlah suplai Bitcoin yang terbatas, dan semakin berkurangnya jumlah Bitcoin yang dicetak oleh sistem tiap sepuluh menit (khususnya sejak tanggal 10 Juli lalu), harga Bitcoin dipastikan akan terus menanjak di masa depan.
Dolar AS dan mata uang kertas (fiat) apapun yang terlintas di benak Anda saat ini selalu berkurang nilainya tiap tahunnya dengan adanya inflasi, yang merupakan penambahan suplai dari mata uang itu sendiri. Bitcoin, sebaliknya, didesain untuk mengalami deflasi. Suplai Bitcoin berkurang setiap empat tahun sekali, yang dikenal dengan nama Bitcoin “Halvings”, dimana jumlah Bitcoin yang diproduksi oleh sistem setiap sepuluh menit akan berkurang hingga setengahnya. Saat ini, ada 12,5 BTC yang muncul dari setiap block per 10 menitnya dan akan terus berkurang hingga tidak ada lagi Bitcoin yang dicetak oleh sistem.
Dolar AS tidak memiliki batasan dalam jumlah produksinya sehingga suplainya bisa bertambah dan muncul inflasi karena ada kebijakan dari pemerintah atau bank sentral yang mengatakan demikian. Kebijakan inflasi biasanya diaplikasikan untuk membayar hutang atau membayar kerugian akibat perang.
2. Kejenuhan dalam menggunakan uang kertas
Dengan kondisi Internet yang bisa diakses secara global dan banyaknya kasus keruntuhan mata uang kertas di berbagai negara (seperti Yunani, Cyprus, Venezuela, Argentina, Zimbabwe dan yang lainnya), kini sudah ada semakin banyak orang yang menginginkan adanya sistem ekonomi yang lebih baik yang tentunya tidak rentan dengan kegagalan-kegagalan yang menimpa mata uang kertas sebelumnya.
Mexico dan Ekuador sedang dalam diskusi untuk meniru teknologi Bitcoin blockchain dan menciptakan mata uang digital mereka sendiri. China juga sudah beberapa kali bertemu dengan Citibank dan Deloitte untuk melakukan hal yang sama. Tunisia, sebuah negara di daerah utara Afrika, bahkan sudah mengimplementasikan perekonomian berbasis Blockchain di negara mereka sendiri dan Jepang sudah mengkategorikan Bitcoin sebagai sebuah mata uang seperti halnya Yen.
3. Wall Street/Perusahaan Raksasa masih belum terjun ke dunia Bitcoin
Teknologi Blockchain yang menggerakkan Bitcoin selalu menjadi hal yang dielu-elukan di Wall Street, bukannya Bitcoin itu sendiri, dan penyebabnya sangat beralasan. Bitcoin kerap terlibat dalam skandal dan bermasalah dengan regulasi di beberapa negara, sehingga bisa dipandang sebagai sebuah hal yang masih dipertaruhkan di dunia finansial.
PayPal mengagumi konsep Bitcoin, namun belum menjadikan coin ini sebagai bagian pusat dari bisnisnya. Microsoft dan Dell adalah contoh pemain besar di dunia Bitcoin, namun hingga adopsi besar-besaran terjadi di kalangan merchant atau dipaksa untuk terjadi oleh suatu dorongan ekonomi yang begitu besar, Bitcoin akan tetap dianggap orang asing, bukan sebagai suatu bentuk taruhan terbaik.
4. Mata uang kertas semakin tidak digunakan dan akan tergantikan dengan pembayaran digital
Berbagai negara di seluruh dunia sudah mulai mengikuti aliran mainstream yang semakin menggunakan sistem pembayaran digital dan semakin menjauh dari mata uang kertas berkat adanya larangan-larangan halus seperti di artikel ini. Mereka mungkin melakukannya untuk mengontrol semua transaksi ekonomi dan juga untuk mencatat dan mengaplikasikan pajak pada setiap transaksi di masa depan, namun para konsumen secara perlahan akan semakin menyadari bahwa Bitcoin bisa menjadi pilihan mata uang digital yang terbaik untuk mereka.
Bitcoin memang belum menyebar luas dan saat ini memang masih mengembangkan berbagai macam aplikasi dan protokol baru untuk digunakan di masa depan, sehingga potensi yang belum muncul masih sangat besar. Kita baru menggosok permukaannya saja dan belum menunjukkan apa yang benar-benar bisa dilakukan Bitcoin ke dunia luar.
5. Cadangan Mata Uang Global (The Global Reserve Currency) semakin kehilangan nilainya, sedangkan nilai Bitcoin semakin bertambah
Sementara dolar AS semakin bertambah tingkat inflasinya, dimana jumlah suplainya meningkat dan nilainya semakin berkurang tiap tahunnya, permintaan dunia global terhadap mata uang ini semakin menyusut, dan harga Bitcoin akan semakin mahal untuk dibeli dengan harga dollar yang semakin melemah. China bahkan kini sudah mulai mencari cadangan mata uang global yang baru.
Dan ketika,  dolar AS kehilangan statusnya sebagai “Global Reserve Currency”, orang-orang akan membanjiri pasar Bitcoin untuk mendapatkan coin ini.
Berhubung Bitcoin tidak terikat oleh negara atau paradigma ekonomi apapun yang dijalankan oleh sistem perbankan, Bitcoin bisa berdiri manis di pinggiran sambil melihat nilainya naik, seperti halnya Emas dan Perak, sementara sistem finansial yang kita kenal secara turun-temurun ini semakin hancur seiring berjalannya waktu. Tidak dapat dipungkiri bahwa ‘Emas Digital’ ini sudah menghasilkan profit yang sangat besar kepada para pemilik Bitcoin dalam enam-tujuh tahun terakhir ini.

Disarikan : dari berbagai sumber


 
.